Dm Diary's #1 Kembali bergulat dengan rasa ini.
Padahal aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk berhenti menangisimu setiap malam dikala rindu menghampiri. Tapi aku mengingkari diri sendiri dan tercebur kembali ke dalam lautan duri yang tajam yang diibaratkan sebagai rindu yang menyiksa.
Lagi-lagi aku membohongi diri sendiri. Menyatakan tidak ingin rindu tapi tetap merindu. Ingin pergi dan menghapus kamu nyatanya malah mengingatmu. Berusaha melupai justru tambah memikiri.
Terkadang merasa bodoh sendiri jadinya kalau setiap hari begini. Mengharapkan si bayangan semu hadir di sini untuk mengobati rasa yang terluka dan terbawa lari. Ingin membuatnya mati tapi tidak, kata nurani.
Ditambah dengan hadirnya kamu di mimpi membuatku semakin mengingkari diri sendiri. Lebih dalam menyelam dan hampir tak bisa bernafas karena nafas sudah dihisap habis oleh air mata.
Mulut ini kaku untuk mengatakan rindu dan bosan dengan kata itu. Tapi bagaimana lagi? Habis aku ingin bertemu.
Setiap merasakan itu apadaya selalu mencurahkan lewat sebuah media. Entah elektronik entah langsung menuliskannya dengan tulisan tangan di sebidang kertas kosong pada buku Diary khusus tentang mu saja. Kata-kata yang tidak bermakna tapi mengutarakan satu perasaan, KANGEN.
Aku tidak mengetahui darimana stock kemampuan berkata-kataku datang saat aku merasakan kerinduan ini. Aku kira akan habis kalau sering digunakan atau diungkapkan. Nyatanya selalu saja ada kata-kata baru dengan frasa-frasa baperisme untuk menggambarkan rasa itu yang melaju untuk kamu.
Entah ucapan selamat malam ku di saat sebelum tidur untukmu itu tersampaikan atau tidak oleh malam kelam. Mengucapkan itu seperti melafalkan dongeng saja. Yang tidak nyata. Tidak ada di dunia nyata.
Tidak ada yang dengar.
Apa kau mendengar?
Entah.
Apa kau merasa?
Mungkin tidak. Karena aku bukanlah yang kamu rindukan lagi.
Benar kata Kugy, menyerah sama realistis itu beda tipis. Di sini, aku menyerah dengan rasa yang sepele itu, menyerah karena bingung ingin melakukan apa selain menuliskan curahan ketika rindu itu datang. Tapi di sisi lain aku juga melihat bahwa ini kenyataan.
Kenyataan yang pahit.
Pahit bila aku merindu namun kamu tidak.
https://rayyasalmon.blogspot.co.id/2018/01/dm-diarys-1-kembali-bergulat-dengan.html?showComment=1515361896295#c6322422525570932896
Lagi-lagi aku membohongi diri sendiri. Menyatakan tidak ingin rindu tapi tetap merindu. Ingin pergi dan menghapus kamu nyatanya malah mengingatmu. Berusaha melupai justru tambah memikiri.
Terkadang merasa bodoh sendiri jadinya kalau setiap hari begini. Mengharapkan si bayangan semu hadir di sini untuk mengobati rasa yang terluka dan terbawa lari. Ingin membuatnya mati tapi tidak, kata nurani.
Ditambah dengan hadirnya kamu di mimpi membuatku semakin mengingkari diri sendiri. Lebih dalam menyelam dan hampir tak bisa bernafas karena nafas sudah dihisap habis oleh air mata.
Mulut ini kaku untuk mengatakan rindu dan bosan dengan kata itu. Tapi bagaimana lagi? Habis aku ingin bertemu.
Setiap merasakan itu apadaya selalu mencurahkan lewat sebuah media. Entah elektronik entah langsung menuliskannya dengan tulisan tangan di sebidang kertas kosong pada buku Diary khusus tentang mu saja. Kata-kata yang tidak bermakna tapi mengutarakan satu perasaan, KANGEN.
Aku tidak mengetahui darimana stock kemampuan berkata-kataku datang saat aku merasakan kerinduan ini. Aku kira akan habis kalau sering digunakan atau diungkapkan. Nyatanya selalu saja ada kata-kata baru dengan frasa-frasa baperisme untuk menggambarkan rasa itu yang melaju untuk kamu.
Entah ucapan selamat malam ku di saat sebelum tidur untukmu itu tersampaikan atau tidak oleh malam kelam. Mengucapkan itu seperti melafalkan dongeng saja. Yang tidak nyata. Tidak ada di dunia nyata.
Tidak ada yang dengar.
Apa kau mendengar?
Entah.
Apa kau merasa?
Mungkin tidak. Karena aku bukanlah yang kamu rindukan lagi.
Benar kata Kugy, menyerah sama realistis itu beda tipis. Di sini, aku menyerah dengan rasa yang sepele itu, menyerah karena bingung ingin melakukan apa selain menuliskan curahan ketika rindu itu datang. Tapi di sisi lain aku juga melihat bahwa ini kenyataan.
Kenyataan yang pahit.
Pahit bila aku merindu namun kamu tidak.
https://rayyasalmon.blogspot.co.id/2018/01/dm-diarys-1-kembali-bergulat-dengan.html?showComment=1515361896295#c6322422525570932896
I miss you like crazy mas :"
BalasHapus