Masih seperti dongeng.


 Waktu pernah mempertemukan kita dalam keadaan yang tepat. Dan ternyata waktu pernah memisahkan kita juga sampai sekarang. Bosan aku dengan tidur dan penat aku dengan mimpi. Setiap bangun tidur, selalu saja rindu menghampiri, menggampar, dan menyiksa diri dalam ruangan yang gelap ini. 

 Rasanya, aku tak mampu bergerak menuju ruang lain selain ruang ini. Karena di ruang ini, aku tenggelam dalam khayalku yang berisi kamu. Karena di ruang ini, segala sesuatu menyangkutmu selalu menjadi rindu. Aku tak berani melangkah keluar dari ruang ini karena aku takut, aku akan melupakanmu. Setiap kali langkahku berderap mencoba keluar, tapi selalu tertahan oleh keinginan yang separuh masih tertinggal di ruang ini.

 Ruang ini sama saja dongeng untukku, bukan kehidupan nyata. Aku tak bisa menjadi realistis jika memikirkan kamu. Karena pada kenyataannya, kamu dan aku berbeda kasta sekarang. Tak ada lagi kata temu, bayang-bayang temu benar-benar menjadi semu. Tapi meninggalkan rindu. Entah hanya aku, atau juga kamu.

 Berdiam dan membisu kelamaan di sini, membuatku sesak dan bosan, sebenarnya. Karena ruang ini berbisik selalu menuju ke kamu. Dunia hanyalah khayalan semu. Karena di sini, ada memori tentang kamu. Hanya tentang kamu. Bukan dirimu. Bahkan hatimu tak kulihat dan kurasakan di sini. Jiwamu, ragamu, seluruhnya. Kecuali rindu yang kau sisakan. 

 Berkali-kali aku bilang bahwa aku bosan dengan rindu dan aku bosan untuk mengatakan ini. Kamu hanya membebankanku dengan tugasmu perihal rindu tanpa kau ajarkan caranya mengatasi rindu yang berat dan berlebihan. Kamu lupa bahwa segala sesuatu tidak bersifat kekal. Termasuk dirimu. Tak selamanya dirimu menjadi satu dengan duniaku. Akan ada waktu semua kembali menjadi semu. Kamu juga lupa mengajarkan aku bagaimana caranya untuk baik-baik saja kalau sesuatu yang dicintai pergi tanpa arti. Tugasku belum selesai, masih banyak jalan yang harus kuselesaikan tanpa kutemukan jalan keluar lain. 

 Rindumu mempersulit gerak-gerik ku. Rindumu mempersulit segala sesuatu. Aku benci rindu, tapi aku sedang merindu. Apa perlu kuceritakan segala sesuatu yang terjadi padaku pasca perginya kamu dan pisahnya kita?



I just share my feelings :') because i know i'm not fine and i'm not okay. Miss you.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku (masih) ada.

Mimpi pun berharap menjadi nyata. (Special kingdom Venus #1)