Serpihan kata di Jendela

Tinggalkan


Rindu yang kau buat seperti tombak
Besar, panjang dan berat jika kupegang
Diujungnya tumpul sehingga menyakitkan

Kamu,
Sekarang seperti air yang sulit untuk ku genggam
Tangisku sekarang tak berarti
Dan setiap kala merindukanmu,
aku tak berdaya

Mengapa tak kau tinggalkan saja semuanya?
Jangan berdiri  di depan pintu
Karena aku,
Sang pemilik pintu ingin mengunci rapat-rapat

Mengapa tak kau hapuskan saja semuanya?
Semua rasa yang masih tertinggal
Semua kenangan yang terukir dalam hati
Agar tak ada yang saling tersakiti

Mengapa tak kau hancurkan saja mimpi?
Mimpi yang dulunya selalu bermakna dan berarti
Mimpi yang berjanji akan digapai bersama
Mimpi yang tak lagi sekedar mimpi
Karena katamu, 
Dengan Cinta,
Mimpi akan mekar seperti bunga sakura. 




Terhapus
Tentang sebuah rindu yang mungkin takkan pernah terbalas
Yang bahkan diingatpun tidak pernah
. Seolah-olah semua menghilang dalam bayang dan terhapus dalam kenang.
 Semua tidak berenang menuju angan-angan.
 Semuanya masih ada dalam kenangan
 tetapi,
kamu nya saja yang tak ingin berkaitan oleh kenangan lagi.

          Apa kau tau tentang matahari dan bulan?
 Apakah mereka mempunyai perasaan rindu juga?
 Atau bahkan mereka tidak ingin lagi untuk bertemu?
 Pertemuan mereka setahun sekali,
 atau bahkan berates tahun atau bahkan beribu tahun.
 Mustahil jika mereka tidak merindu.


          Apa kau tau setiap malam aku selalu menatap langit malam?
 berharap kau melempar senyum kepadaku?
 Aku selalu menganggapmu sebagai bintangku.
 Aku masih selalu menganggapmu
 sebagai,
 penghangat dikala dingin menyelimuti ku.
 Aku bahkan masih selalu menganggapmu bahwa kamu yang terbaik.
 Karena kamu memang yang terbaik. 
Terbaik dari yang paling baik.


Awan gelap di langit cerah

Di lantai dua aku duduk
Bersamaan dengan rindu yang tak ingin pergi
Dan rindu yang selalu pulang ke kamu
Ranting yang terdapat daun menyapa
Dan aku tak menjawabnya

Pohon tinggi itu dengan hebatnya bertahan
Bertahan saat angin menghantamnya rentan
Langit diduduki awan gelap
Padahal langit tidak resah
Tidak resah untuk memancarkan cerahnya

Awan putih dan awan gelap saling bersaing
Bersaing untuk menjadi yang terlihat,
oleh para penikmat awan
Padahal sudah jelas, bahwa langit yang cerah terdapat awan yang gelap.



Laptop kamu

Maafkan aku sering meminjamnya
Tapi,
alasanku sangat sempurna
Sehingga,
Kau tak bisa melarang aku meminjamnya
Aku selalu mengetik karya untuk mimpi

Dan ternyata,
Kamu mengizinkannya dan mendukungku
Malahan,
Kamu selalu menjadi alasan aku semangat
Laptop kamu kusuka


Boleh di copas tapi dengan menyantumkan siapa yang membuatnya karena setiap karya selalu mempunyai hak cipta. Terima kasih! See you next part!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku (masih) ada.

Mimpi pun berharap menjadi nyata. (Special kingdom Venus #1)